RAKERNAS APPTIS 2026 RUMUSKAN PENGUATAN EKOSISTEM KEPUSTAKAWANAN PTKI BERBASIS KOLABORASI DAN DATA

Surakarta, 24 Juni 2026 – Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai forum evaluasi program kerja sekaligus penyusunan arah strategis organisasi untuk periode mendatang. Mengusung tema “Transformasi Ekosistem Kepustakawanan PTKI Berbasis Kolaborasi dan Data”, Rakernas menjadi momentum penting bagi pengurus pusat dan wilayah APPTIS dalam memperkuat peran perpustakaan perguruan tinggi keagamaan Islam di tengah perkembangan teknologi dan transformasi digital.

Dalam laporan yang disampaikan Ketua Umum APPTIS periode 2024–2028, Mufid, S.Ag., S.S., M.Hum., dipaparkan berbagai capaian dan rencana pengembangan organisasi yang berfokus pada enam bidang utama, yaitu Promosi dan Publikasi, Advokasi dan Kebijakan, Riset dan Pengembangan, Fundraising dan Networking, Teknologi Informasi, serta Sumber Daya Manusia.

Pada bidang Promosi dan Publikasi yang dikorrdinasikan oleh Junaeti, S.Sos., M.M. terus berupaya meningkatkan visibilitas organisasi melalui berbagai media komunikasi dan publikasi digital. Berbagai kegiatan organisasi, hasil riset pustakawan, serta informasi program kerja dipublikasikan secara berkelanjutan melalui media sosial dan kanal informasi organisasi. Bidang ini juga berperan dalam membangun citra APPTIS sebagai organisasi profesi yang aktif, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan dunia kepustakawanan. Ke depan, penguatan konten digital dan dokumentasi kegiatan menjadi fokus untuk memperluas jangkauan informasi kepada anggota maupun masyarakat.

Bidang Advokasi dan Kebijakan yang dikoordinasikan oleh Dr. Resty Jayanti Fakhlina, M.A. melaporkan sejumlah program strategis yang telah dilaksanakan, antara lain penyusunan draf Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang kelembagaan perpustakaan, advokasi formasi pustakawan PTKIN tahap I dan II, advokasi formasi pustakawan PTKN, serta advokasi formasi pustakawan madrasah. Bidang ini juga aktif melakukan pendampingan Uji Kompetensi (UKOM) pustakawan. Dalam laporannya disampaikan bahwa salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah sinkronisasi kebijakan antara Kementerian Agama, Perpustakaan Nasional, dan Badan Kepegawaian Negara. Selain itu, APPTIS juga menyoroti masih terjadinya defisit pustakawan pada jenjang Madya dan Utama yang berpotensi menghambat regenerasi profesi dan ketersediaan asesor kompetensi di masa mendatang.

Sementara itu, bidang Riset dan Pengembangan yang dikoordinasikan oleh L. Nailah Hanum Hanany, S.Sos., M.A.P. terus mendorong peningkatan budaya riset di kalangan pustakawan. Salah satu program yang sedang dikembangkan adalah penyusunan Direktori Perpustakaan dan Pustakawan PTKIN yang bertujuan membangun basis data nasional perpustakaan perguruan tinggi keagamaan Islam. Bidang ini juga mengembangkan kurikulum literasi informasi serta mendorong penulisan dan penelitian kolaboratif antar pustakawan. Dalam laporan tersebut disampaikan bahwa pelaksanaan Call for Papers APPTIS 2026 berhasil menjaring berbagai karya ilmiah berkualitas dengan tema manuskrip, bibliometrik, kecerdasan buatan, layanan perpustakaan, dan literasi informasi. Meskipun demikian, bidang riset masih menghadapi tantangan berupa terbatasnya akses pustakawan terhadap skema penelitian strategis yang tersedia di lingkungan Kementerian Agama.

Pada bidang Fundraising dan Networking oleh Dr. Hj. Rasdanelis, M.Hum., APPTIS terus memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai institusi dan organisasi profesi. Penguatan kerja sama dilakukan untuk mendukung pelaksanaan program organisasi, pengembangan kompetensi anggota, serta pencarian sumber pendanaan alternatif bagi berbagai kegiatan APPTIS. Rakernas menilai bahwa kolaborasi lintas lembaga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program-program organisasi sekaligus memperkuat posisi APPTIS sebagai mitra strategis dalam pengembangan perpustakaan perguruan tinggi.

Bidang Teknologi Informasi yang dikoordinasikan oleh L. Nailah Hanum Hanani menjadi salah satu fokus utama dalam Rakernas 2026. APPTIS tengah mengembangkan platform member.apptis.org yang dirancang sebagai pusat data anggota dan perpustakaan PTKI di Indonesia. Platform ini akan digunakan untuk pendataan anggota, pemetaan kompetensi pustakawan, dokumentasi hasil UKOM, serta integrasi direktori perpustakaan. Pengembangan sistem tersebut diharapkan mampu mendukung pengambilan keputusan organisasi yang lebih akurat dan berbasis data. Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi juga dipandang sebagai langkah penting dalam mempercepat transformasi layanan perpustakaan di era kecerdasan buatan.

Adapun bidang Sumber Daya Manusia (SDM) yang dikoordinasikan oleh Bahrul Ulumi melaporkan berbagai kegiatan peningkatan kompetensi pustakawan yang telah dilaksanakan selama periode 2025–2026. Program tersebut meliputi webinar nasional tentang formasi dan UKOM pustakawan, klinik pendampingan penyusunan portofolio, simulasi wawancara UKOM, hingga berbagai pelatihan pengembangan kompetensi profesional. Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, APPTIS berencana menyelenggarakan Klinik UKOM secara rutin setiap bulan serta membangun Bank Dokumen dan Bank Soal Digital yang dapat dimanfaatkan oleh pustakawan di seluruh Indonesia.

Rakernas juga menegaskan pentingnya membangun Matriks Sinergi Ekosistem APPTIS 2026, yaitu model kerja yang mengintegrasikan seluruh bidang dalam satu sistem berbasis data. Data kompetensi pustakawan yang dihimpun bidang SDM akan menjadi dasar advokasi kebijakan, hasil riset akan mendukung penguatan publikasi dan jejaring kerja sama, sementara platform teknologi informasi akan menjadi pusat integrasi seluruh data organisasi. Dengan pendekatan tersebut, APPTIS berharap seluruh program kerja dapat berjalan secara terukur, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan perpustakaan perguruan tinggi keagamaan Islam.

Melalui Rakernas 2026 ini, APPTIS kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat profesionalisme pustakawan, mendorong inovasi layanan perpustakaan, memperluas kolaborasi nasional, serta membangun tata kelola organisasi yang berbasis data. Seluruh rekomendasi yang dihasilkan diharapkan mampu menjadi landasan bagi pengembangan ekosistem kepustakawanan PTKI yang lebih maju, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.


Scroll to Top