Surakarta – Rangkaian Konferensi Ke-2 Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS) Tahun 2026 menghadirkan Orasi Perpustakaan yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., pada Rabu (24/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar Lantai 2 Gedung SBSN UIN Raden Mas Said Surakarta ini dihadiri oleh kepala perpustakaan, pustakawan, dosen, serta pengelola perpustakaan dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia, ada sejumlah 100 orang lebih.
Dalam orasinya, Prof. Kamaruddin Amin mengajak seluruh peserta untuk memberikan gagasan dan masukan terbaik demi memajukan perpustakaan di lingkungan Kementerian Agama. Menurutnya, perpustakaan memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi, pengembangan riset, serta peningkatan kualitas layanan akademik. Oleh karena itu, pengembangan perpustakaan harus menjadi agenda bersama yang melibatkan pimpinan perguruan tinggi, pustakawan, dan seluruh sivitas akademika.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa posisi pustakawan merupakan profesi yang fundamental sekaligus bergengsi karena memiliki keluasan ilmu pengetahuan dan kompetensi yang spesifik. Sebagai contoh, seorang pustakawan dapat menjadi ahli dalam bidang tertentu, seperti bahasa Bugis, aksara Bugis, hingga kajian kitab-kitab berbahasa Bugis, sehingga mampu menjadi rujukan bagi peneliti maupun masyarakat akademik. Keahlian tersebut menjadi modal penting dalam menjaga, mengembangkan, dan mendiseminasikan khazanah keilmuan yang dimiliki perpustakaan.
Prof. Kamaruddin Amin juga menekankan bahwa kepala perpustakaan harus menjadi sosok yang memiliki kepakaran dan mampu memimpin transformasi lembaga secara visioner. Menurutnya, eksistensi pustakawan dan perpustakaan perlu mendapatkan perhatian serius dari pimpinan PTKIN. Perpustakaan tidak cukup hanya unggul dari sisi fisik dan fasilitas bangunan, tetapi juga harus diperkuat dengan koleksi digital yang kaya, mudah diakses, serta mampu mendukung proses pembelajaran, penelitian, dan publikasi ilmiah di lingkungan kampus.
Selain itu, beliau menggarisbawahi pentingnya membangun interkoneksitas antarperpustakaan di lingkungan PTKIN. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem berbagi sumber daya informasi sehingga setiap perpustakaan dapat saling melengkapi dan menutupi keterbatasan koleksi maupun referensi yang dimiliki. Dengan demikian, akses terhadap pengetahuan akan semakin luas dan merata bagi seluruh sivitas akademika di lingkungan Kementerian Agama.
Orasi yang berlangsung penuh inspirasi tersebut disambut antusias oleh para peserta. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI hadir didampingi oleh Rektor UIN Raden Mas Said beserta jajaran pimpinan universitas, Ketua Umum APPTIS Pusat, dan Sekretaris Jenderal APPTIS. Melalui orasi ini, para peserta memperoleh motivasi untuk terus menghadirkan inovasi layanan, memperkuat kompetensi pustakawan, serta mewujudkan perpustakaan PTKIN yang unggul, kolaboratif, dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.


