

Surakarta, 25 Juni 2026 – Rangkaian kegiatan 2nd Annual Conference of APPTIS 2026 di UIN Raden Mas Said Surakarta semakin semarak dengan diumumkannya nominasi penghargaan Call for Paper. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi APPTIS terhadap kualitas karya ilmiah, inovasi penelitian, kemampuan presentasi, serta kontribusi pustakawan dalam mengembangkan ilmu perpustakaan dan informasi di Indonesia.
Sebanyak 14 paper yang dipresentasikan oleh 44 presenter dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga informasi di Indonesia telah melalui proses penilaian oleh tim reviewer. Penilaian dilakukan berdasarkan kualitas substansi penelitian, kebaruan (novelty), metodologi, kontribusi terhadap pengembangan ilmu perpustakaan, kualitas telaah pustaka, kemampuan presentasi, hingga inovasi yang ditawarkan. Dari hasil penilaian tersebut, panitia menetapkan lima kategori penghargaan, yaitu Best Paper, Most Innovative Research, Best Presenter, Best Literature Review, dan Favorite Presenter.
Pada kategori Best Paper, tiga karya ilmiah terpilih sebagai nominasi terbaik karena dinilai memiliki kualitas akademik yang kuat, metodologi yang baik, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan perpustakaan dan dunia pendidikan tinggi. Paper pertama berjudul “Persepsi Mahasiswa terhadap Etika Penggunaan AI dalam Kegiatan Akademik dan Implementasi SKB 7 Menteri: Membedah Persepsi Mahasiswa UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan” karya Roslina Maulida bersama tim, yang mengangkat isu etika pemanfaatan kecerdasan buatan dalam aktivitas akademik. Paper kedua, “Analisis Kepuasan Pemustaka terhadap Kualitas Layanan Perpustakaan UIN Raden Fatah Palembang Menggunakan Metode LibQUAL+” karya Nirmala Kusumawatie dan tim, berhasil menunjukkan evaluasi kualitas layanan perpustakaan menggunakan pendekatan yang terukur. Sementara itu, paper ketiga, “Pengembangan Model Intergenerational Communication Framework for Librarians: Studi Constructivist Grounded Theory dalam Konteks Perpustakaan Perguruan Tinggi” karya Triningsih bersama tim, menawarkan model komunikasi antargenerasi bagi pustakawan yang dinilai memiliki nilai kebaruan dan relevansi tinggi.
Pada kategori Most Innovative Research, penghargaan diberikan kepada penelitian yang menghadirkan gagasan inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Tiga paper yang masuk nominasi adalah “Pustakawan Research Support Akademisi di Mediasi oleh Scopus AI: Model Iso-Aloha” karya Prasetyo Adi Nugroho, yang menawarkan model dukungan riset pustakawan berbasis kecerdasan buatan. Paper berikutnya adalah “Penguatan Monitoring dan Evaluasi Berbasis Data dalam Tata Kelola Perpustakaan Perguruan Tinggi: Studi pada Perpustakaan Universitas Andalas” karya Beni Adri Yassin bersama tim yang menekankan pentingnya pengambilan keputusan berbasis data dalam tata kelola perpustakaan. Selain itu, penelitian “Pemanfaatan Aplikasi Hadis Digital Sebagai Sumber Informasi di Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang” karya Nasrul Makdis bersama tim juga dinilai mampu menghadirkan inovasi dalam pemanfaatan sumber informasi digital berbasis keislaman.
Kategori Best Presenter menjadi apresiasi bagi presenter yang mampu menyampaikan hasil penelitian secara komunikatif, sistematis, serta mampu menjawab pertanyaan reviewer dan peserta dengan baik. Nominasi pertama diberikan kepada tim Iswadi Syahrial Nupin, Beni Adri Yassin, dan Desri Wiana yang mempresentasikan penelitian mengenai peran Forum Taman Bacaan Masyarakat dalam kegiatan psikososial bagi anak korban bencana. Nominasi kedua diberikan kepada Nurmalina bersama Syafran Afriansyah yang juga menunjukkan kemampuan presentasi yang dinilai sangat baik oleh tim penilai.
Pada kategori Best Literature Review, penilaian difokuskan pada kemampuan penulis dalam menyusun landasan teori, mengkaji penelitian terdahulu, serta menyusun argumentasi ilmiah yang kuat. Tiga paper yang masuk nominasi adalah karya Hary Supriyanto, S.Ag., M.Pd., M.SIP. berjudul “Strategi Pengembangan Koleksi Perpustakaan Menggunakan Artificial Intelligence: Analisis Data Transaksi menggunakan Google Colaboratory” yang memadukan kajian literatur dengan penerapan AI dalam pengembangan koleksi perpustakaan. Selanjutnya, karya Maya Pradhipta Hapsari, Ighfirlina Yaumil Akhda, Ratna Sari, dan Lorenza Ulfiana Dewi berjudul “Faktor Penentu Pilihan Sumber Informasi Cetak dan Digital oleh Pemustaka di UPA Perpustakaan Universitas Jember”, serta paper Ajrun Azhim Al-As’hal bersama Triningsih, Ni Putu Premierita, Haryanti, Nuning Hasanah, dan Erland Cahyo Saputro berjudul “Rekonseptualisasi Smart Library melalui Implementasi Website Perpustakaan Berbasis Kecerdasan Buatan: Tantangan dan Arah Pengembangan Masa Depan.”
Sementara itu, kategori Favorite Presenter merupakan penghargaan yang diberikan berdasarkan penilaian peserta terhadap penyampaian materi yang paling menarik dan inspiratif. Nominasi kategori ini diberikan kepada Yolan Fernando, Nasrul Makdis, Fatimah, dan Evalina melalui paper berjudul “Navigasi Kecerdasan: Transformasi Paradigma Kompetensi Pustakawan dan Resiliensi Perpustakaan Kontemporer di Era Banjir Informasi dan Disrupsi Kecerdasan Buatan.” Presentasi tersebut memperoleh perhatian besar dari peserta karena mengangkat tantangan kompetensi pustakawan di tengah perkembangan kecerdasan buatan yang semakin pesat.
Melalui pemberian penghargaan ini, APPTIS berharap dapat mendorong lahirnya lebih banyak penelitian berkualitas, inovatif, dan berdampak bagi pengembangan perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia. Ajang Call for Paper tidak hanya menjadi ruang diseminasi hasil penelitian, tetapi juga menjadi media kolaborasi, pertukaran gagasan, serta peningkatan kompetensi pustakawan dalam menghasilkan karya ilmiah yang mampu menjawab tantangan transformasi digital.
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi APPTIS terhadap dedikasi para pustakawan, akademisi, dan peneliti yang terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu perpustakaan dan informasi. Diharapkan berbagai penelitian yang dipresentasikan pada 2nd Annual Conference of APPTIS 2026 dapat menjadi referensi, inspirasi, serta dasar pengembangan kebijakan dan inovasi layanan perpustakaan di masa mendatang.
