Audiensi Kepustakawanan: Percepatan Formasi Pustakawan Kemenag

Audiensi dan diskusi strategis terkait pengembangan kepustakawanan digelar pada Sabtu malam, 18 Januari 2026, pukul 19.30–22.00 WIB di Oemah Daun Cafe & Resto, Purwokerto. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D., Sekretaris Jenderal APPTIS Indah Wijaya Antasari, M.Kom., Penasihat APPTIS Dr. Labibah Zain, M.L.I., Aris Nurohman, S.H.I, M.Hum., dan Dr. Anisa Listiana, M.Ag., perwakilan Pokja Task Force Formasi Pustakawan Kementerian Agama RI Dr. Lolytasari, S.Ag., M.Si., serta Junaeti, M.M. selaku Koordinator Bidang Promosi dan Publikasi, . Pertemuan ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemangku kepentingan dalam membahas isu-isu strategis kepustakawanan, khususnya di lingkungan Kementerian Agama.

Sekretaris Jenderal APPTIS menyampaikan bahwa audiensi ini bertujuan untuk berbagi dan mencari solusi atas berbagai permasalahan kepustakawanan di lingkungan Kemenag. Sementara itu, Dr. Anisa Listiana menjelaskan perkembangan kerja tim Pokja Formasi Pustakawan Kemenag RI, di mana hingga akhir 2025 sebanyak 35 PTKIN dan 23 lembaga telah mendapatkan persetujuan formasi dari KemenPAN-RB. Selain itu, sebanyak 24 PTKIN dan 12 PTKN telah mengajukan formasi baru yang saat ini telah melalui proses validasi, verifikasi, dan pleno.

Dalam pembahasan lanjutan, disoroti pula pentingnya penyusunan naskah akademik untuk jabatan Pustakawan Ahli Utama (Pustama). Saat ini, Pustama telah memiliki payung hukum melalui KMA Nomor 1150 Tahun 2025 dengan ketersediaan formasi sebanyak 13 posisi. Prof. Aminudin Aziz menegaskan bahwa penetapan formasi Pustama merupakan kewenangan KemenPAN-RB sebagai lembaga pengesah formasi, sedangkan Perpustakaan Nasional berperan sebagai lembaga pembina yang memverifikasi dan menyetujui usulan dari lembaga teknis. Formasi Pustama, lanjutnya, hanya dapat disetujui pada perguruan tinggi yang memenuhi persyaratan, antara lain memiliki program pendidikan S2 dan S3, aktivitas publikasi ilmiah yang berjalan, serta dukungan jumlah profesor dan mahasiswa yang memadai. Beliau juga menegaskan bahwa proses persuratan di Perpustakaan Nasional, khususnya setelah sampai ke Prof. Amin, umumnya dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 24 jam selama tidak terdapat kendala administratif.

Kegiatan audiensi berlangsung dalam suasana santai namun sarat informasi strategis. Peserta juga memperoleh wawasan mengenai rencana akses tunggal langganan e-journal internasional yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas riset perguruan tinggi. Diskusi semakin hangat ketika diselingi pembahasan singkat buku karya Prof. Aminudin Aziz berjudul Visi Anak Pasar yang direncanakan akan dibedah di Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antar lembaga dalam mempercepat pengembangan sumber daya manusia pustakawan di Indonesia.

Scroll to Top